Idul Adha

Aspek terpenting dalam peristiwa Idul Adha bukan siapa yang menjadi korban persembahan kepada Allah. Aspek terpenting dalam peristiwa ini adalah substansi pesan kemanusiaan yang luar biasa.

Pesannya adalah ini: mulai hari itu tidak boleh lagi ada manusia yang dikorbankan sebagai persembahan untuk memuliakan Allah. Tidak boleh lagi ada kekerasan terhadap manusia atas nama Allah. Atas perintah Allah, sejak saat itu korban kepadaNya bukan lagi sesama manusia tetapi hewan domba, sapi, dst.

Lebih dari itu, sejak saat itu korban hewan yang telah dipotong harus dibagikan kepada sesama, terutama kaum fakir miskin yang membutuhkan. Peristiwa itu menggeser total paradigma Idul Adha: dari mengorbankan manusia untuk Allah menjadi mempersatukan sesama manusia demi Allah melalui aksi saling berbagi!

Spirit Idul Adha adalah spirit saling berbagi dan terutama semangat untuk mengangkat manusia pada kemanusiaannya. Dalam aksi kemanusiaan itu egoisme dipinggirkan. Ketamakan disingkirkan. Manusia, demi Allah yang disembahnya, didorong untuk bertindak melayani kebaikan sesama.

Selamat Merayakan Idul Adha!

 

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…