Jangan Anggap Rohaniawan Kebal Nafsu Politik

Konstruksi budaya untuk membangun masyarakat yang damai dalam kebhinekaan sudah merupakan kebutuhan mendesak. Konstruksi budaya ini harus dimulai dengan membangun sikap kritis terhadap apa pun dan siapa pun.

Perlu dibuat pemetaan titik-titik kritis potensi konflik dan perpecahan, serta ada kebijakan yang strategik yang melibatkan semua komponen bangsa agar gerakan damai dalam kebhinekaan ini merupakan passion dan langkah bersama serta seirama dari hulu sampai hilir.

Penyadaran terhadap umat perlu dilakukan agar umat bisa bersikap kritis terhadap jebakan isu yang dikemas dalam jubah suci agama untuk menutupi nafsu setan kekuasaan elite politik.

Ilusi terbesar yang menjerat adalah ketika kita menganggap para pimpinan umat immune dari nafsu kepentingan politik dan ekonomi. Banyak rohaniawan mampu mentransenden dirinya. Mereka menjadi Begawan dalam keriuhan publik. Tetapi, sejarah menunjukkan, kebanyakan pimpinan agama, berikut institusi agama, sering bermain dan dimainkan demi elit. Tugasnya: menjustifikasi perebutan kekuasaan atau melegitimasinya. Di tangan mereka: yang benar dikafirkan jadi salah. Yang salah disakralkan jadi benar!

Lalu, umat menjadi penari aktif yang bersemangat dalam irama kontestasi elit politik tingkat tinggi. Ujungnya, umat termangu tanpa menerima manfaat apa pun, kecuali mudaratnya. Hidup pun berjalan seperti biasa lagi…..

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…