Kesebelasan Tuhan vs Kesebelasan Setan?

Jutaan orang Katolik mendoakan Argentina yang 100 % pemainnya Katolik, tetapi Argentina tetap kalah. Messi gagal jadi Mesiah. Apakah Tuhannya Katolik kalah? Tentu saja tidak!

Jutaan orang Islam mendoakan Mesir yang 100 % pemainnya Islam, tetapi Mesir terpuruk juga. Salah menjadi serba salah. Apakah Allahnya Islam kalah? Tentu saja tidak!

Jutaan orang Buddha dan Shinto mendoakan Jepang yang pemainnya, mungkin, Buddhis dan Shinto, tetapi Jepang gugur. Kagawa dipaksa legawa. Apakah Dewa atau Tuhannya Buddha dan Shinto kalah? Tentu saja tidak!

Dalam permainan sepakbola tak guna mengajak-ajak Tuhan dan agama. Kesebelasan mana pun yang lebih mempersiapkan diri dengan taktik, strategi dan daya tahan, plus sedikit keberuntungan, akan menang.

Apalagi sepakbola sudah menjadi olahraga terpopuler yang mengkondisikan kita menjadi manusia pelintas. Dalam sepakbola tak ada lagi batas etnik dan batas agama . Banyak umat Islam, termasuk Intelektual Islam Elza Peldi Taher, menjadi pengagum berat Messi yang Katolik. Saya suka Messi, tetapi juga pengagum berat Mohammad Salah yang Islam, saleh dan rajin beramal pada si miskin. So what?

World Cup 2018 Rusia ini pesta ritual. Semua kesebelasan yang saya doakan dan favoritkan gugur, kecuali Brazil. Brazil adalah harapan satu-satunya. Jadi, saat pertandingan Brazil vs Mexico akan dimulai, saya ingin berdoa bagi kemenangan Brazil. Tetapi urung! Bukan karena kapok doa saya tak dikabulkan. Saya urung berdoa meminta Allah memenangkan Brazil mengalahkan Mexico karena doa seperti itu membuat Brazil menjadi kesebelasan Allah melawan Mexico, kesebelasan setan.

Saya tak jadi berdoa karena saya tak mau memaksa Allah untuk melayani ego saya yang memihak kesebelasan Brazil. Nikmati saja keindahan permainan mereka. Untung saya tidak berdoa. Brazil pun menang!

Politik dalam negeri pun memiliki kemiripan. Orang ingin memaksa Allah melayani ego politiknya. Akibatnya, jadilah Partai Allah vs Partai setan. Padahal pemenangnya pastilah bukan mereka yang sibuk dengan teriakan atau fitnahan sambil membawa-bawa nama Tuhan. Pemenangnya pastilah siapa pun yang sungguh bekerja keras merebut hati rakyat dengan visi dan pelayanan nyata.

 

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

STFT Jakarta, Kampus Bidaah!

"Saya mau ambil kuliah teologi dimana saja, pokoknya jangan di STT Jakarta," tegas saya pada ibu. Saya serius dengan sikap…

Demi Kasih: Ampunilah Koruptor!

Adakah kasus korupsi atau manipulasi keuangan di lembaga agama seperti gereja? Jawabnya: pasti ada! Silahkan saja check di google atau…

Ahmadiyah: Cederanya Kebebasan Beragama

Kebebasan beragama sebagai bagian dari hak azasi manusia kembali dicederai. Sejumlah massa, kurang lebih 200 orang, telah menyerang, merusak dan…

Mana Peran Kaum Intelektual Kristen?

Cukup banyak buku yang menjelaskan tentang kiprah kaum intelektual Islam di Indonesia. Yudi Latif, misalnya, menulis buku sangat bagus yaitu…