Pergumulan Yakub dengan Allah

Bible Study Senior GMKI pagi ini (19 Januari) menelisik topik menarik. Para senior mendiskusikan topik ‘Pergumulan Yakub dengan Allah” (Kejadian 32:22-32). Berbagai komentar dan refleksi menarik terhadap topik ini muncul dalam diskusi tadi. Semua saling memperkaya. Wawasan semakin diperluas, dan tentu saja iman semakin disegarkan.

Topik ini mengingat saya pada filsafat China yang menamakan krisis sebagai Weiji. Kata ini gabungan dari dua kata: ‘wei’ yang artinya bahaya, dan ‘ji’ artinya peluang. Artinya, dalam setiap krisis selalu ada sekaligus bahaya dan peluang. Orang yang melihat krisis semata-mata sebagai bahaya akan memenuhi dirinya dengan ketakutan, keluh-kesah, kecemasan dan bahkan keputusasaan. Sebaliknya, orang yang melihat krisis sebagai peluang akan menghadapinya dengan kokoh, optimis dan penuh pengharapan.

Tetapi sesungguhnya Weiji mengingatkan kita bahwa dalam setiap bahaya selalu ada peluang dan dalam setiap peluang selalu ada bahaya. Orang harus selalu ekstra hati-hati. Jangan terlalu percaya diri lalu lengah, tetapi juga jangan jadi putus asa lalu kehilangan kesempatan.

Yakub berada dalam krisis yang sangat berat. Ia ingin berjumpa dengan Esau, sang abang yang hak kesulungannya telah dia rampas melalui sebuah tipu daya. Yakub adalah penindas dan penipu. Esau adalah yang ditindas dan ditipu. Tetapi, Yakub gentar menjumpai Esau. Yakub dikejar rasa bersalah dan lagi ia takut Esau menaruh dendam dan akan membunuhnya.

Krisis menempatkan Yakub atau siapa pun ‘at the cross road.’ Orang harus memilih: mau maju terus dengan gagah dan meminta maaf atau melarikan diri dalam kalah? Mau bertindak sebagai the champion atau bersikap sebagai the looser? Krisis mengingatkan Yakub pada pentingnya membangun solidaritas dan persaudaraan!

Baca juga  Reza Aslan & Teologi Kemakmuran!

Setelah menyeberangkan seluruh keluarganya, Yakub bergumul sendirian di dalam kemahnya. Krisis apa pun, apalagi menyangkut masalah yang sangat serius akan bermetamorfosa menjadi krisis teologis! Orang pun bertanya: Dimana Allah? Apa Kehendak Allah? Apakah Allah menyertaiku?

Saat krisis orang bergumul dengan Tuhan dan dengan segala kehendakNya. Krisis dari ‘luar’ menjadi krisis yang mengguncang di ‘dalam’ hati, memasuki alam bawah sadar setiap orang yang mengalaminya. Dan itu mengganggu! Menciptakan penderitaan! Orang sulit tidur, ogah makan, malas beraktifitas karena pikiran ruwet. Emosi mumet!

Krisis Yakub digambarkan dengan pergulatannya dengan seorang laki-laki, yang diyakini sebagai malaikat Tuhan. Yakub bergumul dan bergulat keras dengan Tuhan. Yakub menang! Kemenangan atas Tuhan adalah metafora kemenangan Yakub atas krisis.

Kemenangan itu membuat Yakub memperoleh pengharapan dan kekuatan. Kemenangan itu ditandai dengan desakan Yakub kepada Tuhan untuk memberkatinya. Tuhan setuju! Yakub diberkati! Kini Yakub merasakan kedamaian, shallom. Spirit shallom inilah yang menjadi bekal baginya saat berjumpa dengan Esau. Shallom tidak dinikmati sendirian, tetapi bersama dengan yang lain!

Cerita pergumulan Yakub menunjukkan bahwa di tengah multi krisis yang kini sedang kita alami, kadang kita perlu menarik diri dan bergumul bahkan bergulat dengan Tuhan. Kita harus menang dalam pergumulan itu. Kita harus alami berkat dan penyertaan Tuhan. Hanya dalam spirit kemenangan itu, kita akan bangkit dan maju dalam pengharapan.

Seperti yang dialami Yakub, spirit kemenangan membuat kita mengalami shallom. Ini modal terpenting bagi kita di tengah krisis apa pun. Dan yang tidak kalah pentingnya, kita perlu membawa spirit shallom itu agar dirasakan setiap orang, bangsa kita dan dunia yang sedang menderita.

Baca juga  Kesebelasan Tuhan vs Kesebelasan Setan?

Kadang kita perlu mengalami krisis agar kita makin matang dewasa, agar kita semakin kreatif dan inovatif, dan agar kita tahu bahwa kita perlu membangun solidaritas dengan sesama kita, dan terutama agar kita tahu: Tuhan menyertai kita! Shallom!

 

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Shoah & Ruakh

Orang Yahudi menolak penyebutan 'holocaust' dalam peristiwa pembantaian 6 juta Yahudi oleh Nazi Jerman. Mengapa? Istilah Holocaust dari kata Yunani;…

Intelektual: Tradisional & Organik?

Saat PIKI menyelenggarakan kongresnya, saya teringat pada pemikiran Gramsci tentang kaum intelektual. Dia menyingkap adanya persoalan besar yang dialami oleh…

Saat Bom Meledak

Saat mendengar berita ada bom meledak di gereja Katolik Makasar, seharusnya kita mulai bertanya: apa akar dari aksi kekerasan dan…

Kasus Rasisme di US?

Meningkatnya persoalan rasisme di US sangat memprihatinkan kita semua. Persoalan ini menuntut kita untuk melakukan antisipasi secepat mungkin sebelum persoalan…