Respon Terhadap Wamena

Bapak dan ibu sekalian, terkait dengan kerusuhan berdarah yang sedang terjadi di Wamena. Kita semua, organisasi apa pun baik di tingkat lokal maupun nasional, mesti segera menyampaikan keprihatinan yang mendalam dan berharap kerusuhan itu bisa segera diredakan.

Kerusuhan ini sudah berbahaya karena mendapatkan reaksi panas dari daerah-daerah lain sehingga berpotensi memicu disintegrasi bangsa dan bisa mengarah pada genoside. Kita semua tidak punya data siapa sesungguhnya pelaku utama kerusuhan ini.

Dalam ketidakjelasan kita bisa terjebak untuk asal menuding bahwa pelakunya adalah OPM atau penduduk lokal atau kelompok lain. Bila kita salah melangkah, tragedi Ambon, tragedi Poso atau Sampit akan terulang lagi dengan kadar yang lebih besar.

Meskipun demikian, siapa pun bisa mengamati bahwa ada tiga hal yang nampak jelas dari rangkaian persoalan dan ketegangan yang dihadapi bangsa ini termasuk kerusuhan yang sedang terjadi di Wamena yaitu:

Pertama, motif kerusuhan ini adalah untuk mengadu domba kita sendiri yang berakibat jatuhnya korban sesama anak bangsa Indonesia: baik penduduk lokal Papua maupun pendatang, yang selama ini hidup rukun. Oleh karena itu kita berharap masyarakat di Papua, apa pun etniknya, tidak terperangkap pada skenario adu domba.

Kedua, nampak nyata bahwa kerusuhan ini ditujukan untuk merusak integrasi dan keharmonisan bangsa. Respon-respon emosional yang berbahaya tidak akan menyelesaikan masalah. Sebaliknya, respon seperti itu hanya akan memperuncing dan bahkan memperluas wilayah konflik.

Ketiga, nampaknya berbagai peristiwa belakangan ini termasuk kerusuhan di Wamena ini ditujukan untuk menghancurkan nama baik pemerintahan Jokowi.

Oleh karena itu, kita harus menghimbau agar masyarakat jangan terlalu cepat termakan isu yang makin memanaskan situasi lalu tanpa fakta yang jelas menuding siapa pun.

Bila terpancing, kita sedang menjalankan skenario aktor intelektual yang menghancurkan diri kita sendiri.

Kita harus tahu bahwa sesungguhnya, saat seperti ini kebenaranlah yang sedang dikorbankan. Oleh karena itu kita harus menghimbau agar semua tetap tenang, jangan emosional yang berpotensi menghancurkan kita semua. Kita menghimbau agar pemerintah terutama aparat dan masyarakat harus tetap berpikir rasional dan bijak.

Sementara itu, kita berdoa dan berharap pemerintah bisa segera mengendalikan situasi di Wamena dan menangkap aktor intelektual utama yang menciptakan kerusuhan di sana.

Sumber Foto: jawapos.com

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…