Serigala Berbulu Domba!

Sang Gembala terkejut karena jumlah domba yang kembali ke dalam kandang hanya 99. Padahal seharusnya 100 domba. Ia segera mengunci pintu kandang, bergegas kembali ke padang rumput mencari dombanya yang hilang.

Sang gembala mencari hingga malam gelap pekat. Pencariannya tidak sia-sia. Ia menemukan domba yang dicarinya. Lega! Ia segera mengangkat dombanya, membawanya pulang dan memasukan kembali ke kandang. Ia pun beristirahat.

Esoknya, ia siap menggembalakan domba-dombanya ke padang rumput. Setiba di kandang, ia terkejut melihat beberapa dombanya mati, sementara domba-domba lainnya berdarah-darah dan berlari-lari panik. Sang gembala terkejut karena ternyata ada seekor serigala berwarna putih di dalam kandang. Darimana? Tiba-tiba, Sang gembala sadar bahwa ternyata yang ia bawa pulang semalam bukanlah dombanya yang hilang, tetapi serigala berbulu domba.

Sang Gembala bergegas masuk ke dalam kandang domba. Ia bergumul dan akhirnya berhasil mengusir serigala berbulu domba yang mengancam ketenangan dan kehidupan domba-dombanya.

Serigala berbulu domba ada dalam kehidupan masyarakat dan bangsa, bahkan ada dalam institusi agama-agama kita. Ia mengancam, memecah-belah dan menghancurkan ketenangan, kenyamanan, keharmonisan dan bahkan mengancam kehidupan kita semua. Serigala berbulu domba selalu ada di sekitar kita. Kita harus waspada!

Masyarakat dan bangsa ini, bahkan institusi agama, membutuhkan ‘gembala’ atau pemimpin kuat yang memiliki ketegasan mengusir serigala-serigala berbulu domba. Kita membutuhkan pemimpin yang memiliki komitmen dan kapasitas untuk melindungi, memberi keharmonisan, keadilan, kenyamanan dan kebaikan bagi kita semua.

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…