Tanpa Cinta, Agama Adalah Tragedi

Tragedi terbesar agama adalah ketika kita ia dipisahkan dari cinta. Cinta tidak membutuhkan agama untuk menopangnya. Cinta bisa bekerja di luar agama. Tanpa agama, cinta bebas berkelana kemana-mana, tetapi rumah utama cinta adalah agama.

Misi suci agama adalah mematahkan kekuatan kebencian dan permusuhan dengan cinta. Itulah alasan utama dan alasan satu-satunya mengapa Allah menciptakannya. Ketika cinta menjadi DNA-nya, agama pun sejuk. Nyaman! Allah tersenyum! Bahagia!

Cinta mengokohkan agama. Cinta adalah indikator agama. Tanpa cinta, agama bukan sekedar menjadi tubuh tanpa nyawa, tetapi bermetamorfosa menjadi malaikat pencabut nyawa. Senyum berubah menjadi kemarahan. Kelembutan menjadi kedengkian. Ramah menjadi marah! Tanpa cinta agama adalah neraka!

Sudah terlalu lama cinta diusir dari rumahnya. Ayo kembalikan cinta pada agama. Tanpa cinta agama adalah tragedi bukan saja bagi dirinya sendiri, tetapi juga bagi manusia dan planet bumi ini.

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…