Woooi Iblis, Salut!

Adam dan Hawa ingin menjadi seperti Tuhan. Kalau itu sebuah cita-cita tidak apa-apa karena bukankah orang harus bercita-cita setinggi-tingginya. Tidak ada yang salah dengan cita-cita itu. Persoalan utama Adam dan hawa bukanlah pada cita-citanya, tetapi pada proses mencapainya.

Demi mencapai cita-cita menjadi seperti Tuhan, Adam dan Hawa memetik buah pohon Pengetahuan Yang Baik dan Yang Jahat. Padahal Tuhan sudah melarangnya. Buah itu bukan milik dan hak mereka. Adam dan Hawa melanggar batas moral, batas spiritual, batas hukum, dan melanggar batas kepatutan sosial.

Banyak orang bercita-cita tinggi. Ingin jadi pejabat, ingin kaya atau ingin terkenal. Sayangnya untuk meraih yang dicita-citakannya itu orang enggan bekerja keras. Orang malas membanting tulang dan memeras keringat. Mereka doyan menerapkan apa yang Kuntjoroningrat, Antropolog terkenal itu, namakan sebagai mental menerabas! Mereka melanggar batas hukum. Melanggar hak-hak orang lain, dan melanggar apa pun.

Para koruptor dan manipulator melanggar terlalu banyak batas: menyuap para legislator untuk mengarahkan undang-undang dan peraturan yang melegitimasi jalan sesatnya. Mereka menyuap aparat pengadilan agar keputusannya melindungi posisi mereka.

Ketika di penjara, para sipir pun disuapnya agar mereka memperoleh kebebasan dari rumah tahanan. Mereka ini manusia cerdas, berwajah malaikat tetapi hatinya lebih iblis daripada iblis sehingga iblis pun geleng-geleng kepala, mengacungkan dua jempol sambil berteriak, “Woiiii, saluuuttt!”

Salam,
Albertus Patty

Bagikan

ARTIKEL TERKAIT

Bablas! Negara Urusi Selangkangan Rakyat!

Ada paradoks kehidupan yang sering tidak kita perhitungkan. Paradoks itu adalah ini. Orang ingin menegakkan yang baik, tetapi dengan cara…

Ancaman Terbesar Kita

Ancaman kaum pendukung khilafah memang menakutkan. Tetapi tulisan ini mengungkapkan bahwa ada ancaman terbesar yang harusnya lebih kita waspadai. Apa…

Type Mana Gereja Kita?

Relasi gereja dan politisi yang terjadi belakangan ini mendorong saya untuk mengamati model atau type pimpinan (gereja). Nah, dalam hubungannya…

Mengenang Pdt. Dr. SAE Nababan

Pada 8 Mei 2021, Allah memanggil pulang seorang hambaNya yaitu Pdt. Dr. SAE. Nababan. Kepergiannya adalah kehilangan yang luar biasa…